Minggu, 04 Juni 2017

Business Plan Bela Baby Shop

bela7251@gmail.com

BUSINESS PLAN
“BELA BABY SHOP”

I. Profil Usaha
Bela Baby Shop
Nama Usaha
Usaha Dagang

Bidang Usaha
Perlengkapan bayi dari mulai pakaian, makanan, mainan dan assesoris bayi

 Jenis Produk/ Jasa

Jl. Siliwangi, Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah kabupaten Tulang Bawang Barat

Alamat Usaha
082278934595

Nomor Telepon

Alamat Email
Bank Syariah Mandiri

Bank Usaha

II.    Visi dan Misi
§  Visi
Menjadi usaha pertama yang menjual perlengkapan paling lengkap dan berkualitas baik dengan hargaa yang terjaangkau di Tulang Bawang Barat.
§  Misi
Menjual semua kebutuhan yang diperlukan bayi agar memudahkan konsumen untuk mendapatkan perlengkapan yang diperlukan dalam satu tempat.

III. Aspek Pasar dan Pemasaran
1.      Produk yang Dihasilkan
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
a.       Dimensi Produk
Dimensi produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk, ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan produksinya barang yang siap pakai dan memiliki macam ragam serta jenisnya.
b.      Nilai / Manfaat Produk
Produk perlengkapan bayi di toko bela shop ini merupakan produk yang lengkap dan aman untuk dikenakan utnuk bayi dari usia 0-6 tahun
c.       Kegunaan / Fungsi Produk
Produk konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai akhir). Produk perlengkapan bayi merupakan Shopping goods, yaitu produk-produk yang dibedakan oleh konsumen berdasarkan kualitas, harga, tren, dan gaya.
2.      Keunggulan Produk
Usaha kami memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan perusahaan lain yaitu selain menjual produk yang diperoleh dari supplier. Usaha peralatan bayi ini merupakan salah satu toko yang paling lengkap dalam menjual peralatan bayi dan semua jenis baik berupa makanan, pakaian dan kebutuhan bayi lainnya dapat ditemukan di “Bela Baby Shop”
3.      Target Pasar yang Dituju
Dalam suatu perusahaan pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar yang dituju untuk mengembangkan usaha yang diproduksi oleh perusahaan. Disini penulis juga memiliki target atau segmen pasar yang dituju yaitu penduduk lingkungan Mulya Asri khusus nya yang memiliki bayi. Selain dari lingkungan Mulya Asri sendiri target pasar yang dituju adalah masyarakat Lampung yang melewati atau sengaja berkunjung ke tempat usaha ini dan seluruh masyarakat yang membuka website “Bela Baby Shop”.
Namun, dikarenakan tempat usaha ini berdekatan dengan usaha-usaha lain dan memiliki persaingan sangat ketat. Dalam segmentasi pasar, usaha ini tidak mengelompokkan siapa yang menjadi konsumen. Kami yakin dengan target atau segmentasi pasar yang kami tuju ini akan membuat usaha ini menjadi lebih berkembang karena melihat dari usaha yang menjanjikan dan demografi yang sangat baik untuk usaha ini.
Pembatasan segmentasi pasar untuk usaha kecil menengah ini tidak akan membuat usaha ini maju dan berkembang melainkan akan menjadikan usaha ini akan mengalami kemunduran jika menerapkan pembatasan segmentasi pasar. Produk dari usaha ini mengarah ke segala lapisan masyarakat karena dari segi harga yang cukup ekonomis, kualitas barang yang sangat bagus dan trend serta dalam konsumen dapat menemuka kebutuhan bayi dalam satu tempat sehingga konsumen tidak perlu berkeliling Pasar untuk mendapatkan kebutuhan bayi yang dia inginkan, sehingga dapat di sejajarkan dengan usaha-usaha lain yg satu jenis produk.
4. Trend Perkembangan Pasar
Para ibu-ibu terutama yang memiliki anak bayi atau yang berumur 0-10 tahun. Penulis sangat yakin ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang dapat berkembang cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian Indonesia yang cukup baik dan selera masyarakat wanita muslimah untuk mencoba suatu produk yang unik dan modis.
Dari analisis perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan pasar ini. Dari segi pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di Indonesia sedang membaik dan ini sangat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena dengan tingkat pendapatan yang baik maka masyarakat akan tinggi pula untuk mengkonsumsi suatu produk. Keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi suatu produk maka akan tinggi pula hasrat masyarakat untuk mengkonsumsi produk dari usaha penulis.
Dari segi inflasi, faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha penulis. Dikarenakan ketika inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan baku penolong usaha ini. Dengan tingginya inflasi maka tinggi pula harga bahan baku penolong yang akan berimbas pada harga produk usaha penulis. Namun, ketika inflasi turun maka bahan baku penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha penulis.
Dari segi tingkat suku bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan perkembangan usaha ini. Namun, dapat dilihat bahwa tingkat bunga mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat pinjaman dari pihak ketiga yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian usaha ini merupakan usaha dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan terpengaruh akan naik atau turunnya tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri ini kami sangat yakin akan dapat mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan frienchise yang besar.
5. Analisis STP (Segmenting, Targeting, Positioning)
a. Segmenting
produk keperluan perlengkapan bayi atau anak-anak umur 0-10 tahun ini ditawarkan oleh Bela Baby Shop menyasar pada wanita yang memiliki anak umur 0-10 tahun di seluruh Indonesia khusus yang masyarakat Tulang Bawang Barat, lampung.
b. Targeting
menargetkan pelanggan yang tergolong:
·         Atas, menengah, bawah
·         Usia 20-38 tahun
·         Memiliki anak usia 0-10 tahun
·         Memiliki jiwa sosial yang tinggi
·         Tinggal di Indonesia khususnya daerah Lampung
d.      Positioning
Bela baby shop merupakan bisnis yang akan menjual kebutuhan yang diperlukan anak usia 0-10 tahun mulai dari pakaian, makanan, mainan anak, dan assesoris untuk anak, produk yang kami tawrkan merupakan produk yang berkualitas dengan harga yang terjangkau serta merupakan bisnis pertama yang menawarkan kepada konsumen kebutuhan bayi yang terlengkap dengan kualitas yang baik. Bela baby shop memposisikan usahanya dengan menargetkan penjualannya terhadap market kelas atas, menengah, bawah.
6. analisis SWOT
v   Strength adalah daya kekuatan dan kemampuan perusahaan yang tidak dimiliki pesaing, strength bisnis ini antara lain:
1.      Baby shop terbesar dan terlengkap di Lampung
2.      pelayanan yang baik, ramah
3.      menjual kebutuhan bayi terlengkap dari umur 0-10 tahun
4.      produk yang ditawarkan berkualitas dengan harga yang terjangkau
5.      menggunakan media online dan internet dalam operasional pemasaran produknya sehingga dapat menjangkau seluruh Indonesia
v   Weakness adalah suatu hal yang menjadi kelemahan dan kekurangan, weakness binis ini adalah
1.      Karena bisnis ini baru akan beroperasi, sehingga belum memiliki testimonial yyang dapat mendukung kepercayaan konsumen dalam bertransaksi jual beli baik secara laangsung maupun online.
v   Opportunities adalah faktor eksternal dimana kondisi-kondisi tersebut membuka kesempatan baru yang dapat menciptakan keuntungan bagi bisnis ini, oppurtunities bisnis ini antara lain:
1.      Adanya peningkatan angka kelahiran bayi di Indonesia, sehingga permintaan atas kebutuhan bayi atau anak umur 0-10 tahun akan selalu ada seiring dengan banyaknya angka kelahiran
2.      Belum tersedianya usaha di sekitar Mulya Asri yang menyediakan kebutuhan bayi terlengkap dengan harga yang terjangkau.
3.      Psikologis ibu yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya
v   Threats adalah kondisi lingkungan eksternal dimana kondisi tersebut dapat menjadi sesuatu yang dapat menggangu kesejarateraan bisnis ini, threats bisnis antara lain:
1.      Perubahan pasar yang tidak menentu
2.      Banyaknya pesaing dalam bisnis ini baik usaha kecil yang menjual peralatan bayi juga.
7. Analisis Pesaing
Pesaing merupakan faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan pemasaran. Menurut pakar manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima ) kekuatan persaingan yakni masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar pemasok, serta persaingan konvensional di antara para pesaing yang ada. Kelima kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama menentukan intensitas persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan kekuatan yang paling besar akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang sangat penting dari sudut pandang perumusan strategi.
Strategi pemasaran perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P yaitu:
a.      Product
Strategi mengenai bagaimana produk usaha kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk yang ditawarkan merupakan produk perlengkapan bayi dari mulai umur 0-10 tahun dari mulai pakaian anak baik laki-laki maupun perempuan, makanan, permainan, dan assesoris anak-anak dapat ditemukan di “bela baby shop”. Untuk menjadi produk yang menarik kami berusaha untuk membedakan produk kami dengan yang ada di pasaran serta di tempat kami pelanggan atau konsumen dapat menemukan kebutuhan yang diperlukan bayi atau anak yang berumur 0-10 tahun dalam satu tempat sehingga konsumen tidak perlu berkeliling pasar untuk memenuhi kebutuhannya
b.      Price
Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih murah. Pricing menurut Raymond Corey adalah ekspresi nilai yang menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang menyertainya. Dalam menentukan harga peralatan dan perlengkapan bayi berupa pakaian, makanan, mainan dan assesoris anak dari umur 0-10 tahun, Harga yang tepat akan memiliki ikatan yang erat antara pembeli dan produsen. Harga produk pastinya lebih murah dari produk pesaing.
c.       Promotion
Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui cara Personal Selling yaitu promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan menawarkan dan mencoba produk langsung. Untuk mengatasi adanya persaingan antar sesama produk maupun produk yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis, peralatan dan perlengkapan anak dari umur 0-10 tahun melakukan kegiatan promosi. Dalam melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya pembaruan promosi, yaitu kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkat penjualan. Ada enam jenis kegiatan promosi yang dilakukan dalam memperkenal produk ini antara lain :
1)      Periklanan (Advertising), yaitu solusi bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2)       Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu solusi bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3)      Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah).
4)      Promosi Penjualan (Sales Promotion), yaitu suatu solusi bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5)      Pemasaran Langsung (Direct Marketing), yaitu suatu solusi bentuk penjualan perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.
6)      Pemasaran melalui media online, yaitu menawarkan barang dagangan melalui media online berupa; Instagram, BBM, aplikasi bela baby shop, facebook, tweeter, dan Blog serta sarana media online lain yang menunjang pembelian oleh konsumen

d.      Place
Sistem distribusi yang dilakukan secara langsung ke konsumen serta melalui media internet menjadi alat pendistribusian perlengkapan bayi kepada konsumen. Dalam hal ini tempat yang dipilih penulis sangat strategis berada di bagian depan Pasar Mulya Asri sehingga dapat ditemukan konsumen dengan cepat dan mudah
e.       People
Merupakan kriteria sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke konsumen secara langsung ataupun tidak langsung. Direncanakan, usaha ini dilaksanakan oleh pemilik sendiri sebagai pemilik aktif. Maka sedapat mungkin pemilik mengutamakan pelayanan dengan sikap yang ramah, sopan dan bersahabat.
f.         Process
Proses yang ditampilkan kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat ditampilkan seperti ataupun proses pelayanan terhadap konsumen. Disini operasional usaha dituntut untuk menjaga kualitas produksi seperti mengutamakan kebersihan, langkah kerja yang efektif dan tangkas menanggapi permintaan.
g.      Physical Evidence
Penampilan fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat dilihat langsung oleh konsumen. Konsumen bisa langsung memilih dan mencoba produk terlebih dahulu sebelum membelinya.

III. Aspek Produksi
1.      Peralatan yang Dibutuhkan
Baik untuk pembelian ataupun sewa, daftar assesoris dan peralatan juga harus dirinci sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.



No
Nama peralatan
Jumlah
Nilai
1
Rak- rak
30 buah
Rp.900.000,-
2
Keranjang kecil
10 buah
Rp.37.000,-
3
Plastic pembungkus
¼ kg
Rp.10.000,-
4
Pita
10 meter
Rp.10.000,-
5
Lebel harga
5 bungkus
Rp. 35.000,-
6
Gunting
3 buah
Rp. 6.000,-
TOTAL
Rp.998.000,-

2.      Sarana Penunjang
Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, telepon, internet, dan lain-lain.
No.
JENIS BIAYA
JUMLAH BIAYA
1.
Listrik dan telepon
Rp. 150.000
2.
internet
Rp. 100.000
Total Biaya Sarana Penunjang :
Rp. 200.000





IV. Rencana Pengembangan Pasar
1. Strategi Produksi
Dalam strategi produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari produksi tersebut. Hal ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan mengekspansi usaha ini untuk lebih berkembang.
Produk yang ditawarkan perusahaan ini pasti memiliki kendala dalam berubahnya selera pasar. Hal ini menjadi sorotan penting untuk terus berinovasi agar mempertahankan eksistensi dari produk yang dihasilkan.




2. Strategi Pemasaran
Marketing juga mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang marketing yang akan dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini dengan membuat brosur, poster dan flyer yang akan lebih dipasarkan kepada masyarakat umum. Marketing menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan, mengembangkan dan ekspansi usaha ini. Dalam memasarkan produk ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan fasilitas internet seperti: instagram, BBM, facebook, twitter, aplikasi bela baby shop, blog dan sarana internet lainnya yang mendukung pemasaraan ini.
3. Strategi Keuangan
Dalam mengembangkan usaha, pemilik akan menambah armada untuk mengembangkan usaha dengan modal sendiri yang telah didapat dari keuntungan yang selama ini didapat. Dengan pemanfaatan kas secara baik, akan meningkatkan perkembangan dan berekspansi dalam bidang usaha dalam yang berbentuk usaha dagang ini
.
V. Pemanfaatan Ilmu Teknologi
Dalam persaingan bisnis yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang peranan penting dalam pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah bagaimana teknologi dapat digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis mengenai teknologi sehingga memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu terlibat dalam berbagai perencanaan serta pengkajian strategi bisnis. Dalam pemanfaatan IT, assesoris wanita muslimah menggunakan jaringan internet untuk