BUSINESS PLAN
“BELA BABY SHOP”
I. Profil Usaha
Bela
Baby Shop
|
Nama Usaha
Usaha
Dagang
|
Bidang Usaha
Perlengkapan
bayi dari mulai pakaian, makanan, mainan dan assesoris bayi
|
Jenis Produk/
Jasa
Jl.
Siliwangi, Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah kabupaten Tulang Bawang
Barat
|
Alamat Usaha
082278934595
|
Nomor Telepon
Alamat Email
Bank
Syariah Mandiri
|
Bank Usaha
II. Visi
dan Misi
§ Visi
Menjadi
usaha pertama yang menjual perlengkapan paling lengkap dan berkualitas baik
dengan hargaa yang terjaangkau di Tulang Bawang Barat.
§ Misi
Menjual
semua kebutuhan yang diperlukan bayi agar memudahkan konsumen untuk mendapatkan
perlengkapan yang diperlukan dalam satu tempat.
III. Aspek Pasar dan Pemasaran
1.
Produk yang Dihasilkan
Perencanaan yang perlu dilakukan menyangkut produk
(output), terutama pada usaha manufaktur dan industri pengolahan adalah:
a. Dimensi
Produk
Dimensi
produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk,
ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan produksinya barang yang
siap pakai dan memiliki macam ragam serta jenisnya.
b. Nilai
/ Manfaat Produk
Produk
perlengkapan bayi di toko bela shop ini merupakan produk yang lengkap dan aman
untuk dikenakan utnuk bayi dari usia 0-6 tahun
c. Kegunaan
/ Fungsi Produk
Produk
konsumsi, yaitu produk yang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir (pemakai
akhir). Produk perlengkapan bayi merupakan Shopping goods, yaitu
produk-produk yang dibedakan oleh konsumen berdasarkan kualitas, harga, tren,
dan gaya.
2.
Keunggulan Produk
Usaha kami memiliki
keunggulan jika dibandingkan dengan perusahaan lain yaitu selain menjual produk
yang diperoleh dari supplier. Usaha peralatan bayi ini merupakan salah satu
toko yang paling lengkap dalam menjual peralatan bayi dan semua jenis baik
berupa makanan, pakaian dan kebutuhan bayi lainnya dapat ditemukan di “Bela
Baby Shop”
3.
Target Pasar yang Dituju
Dalam suatu perusahaan
pasti akan memiliki target atau segmentasi pasar yang dituju untuk
mengembangkan usaha yang diproduksi oleh perusahaan. Disini penulis juga
memiliki target atau segmen pasar yang dituju yaitu penduduk lingkungan Mulya
Asri khusus nya yang memiliki bayi. Selain dari lingkungan Mulya Asri sendiri
target pasar yang dituju adalah masyarakat Lampung yang melewati atau sengaja
berkunjung ke tempat usaha ini dan seluruh masyarakat yang membuka website
“Bela Baby Shop”.
Namun, dikarenakan
tempat usaha ini berdekatan dengan usaha-usaha lain dan memiliki persaingan
sangat ketat. Dalam segmentasi pasar, usaha ini tidak mengelompokkan siapa yang
menjadi konsumen. Kami yakin dengan target atau segmentasi pasar yang kami tuju
ini akan membuat usaha ini menjadi lebih berkembang karena melihat dari usaha
yang menjanjikan dan demografi yang sangat baik untuk usaha ini.
Pembatasan segmentasi
pasar untuk usaha kecil menengah ini tidak akan membuat usaha ini maju dan
berkembang melainkan akan menjadikan usaha ini akan mengalami kemunduran jika
menerapkan pembatasan segmentasi pasar. Produk dari usaha ini mengarah ke
segala lapisan masyarakat karena dari segi harga yang cukup ekonomis, kualitas
barang yang sangat bagus dan trend serta dalam konsumen dapat menemuka
kebutuhan bayi dalam satu tempat sehingga konsumen tidak perlu berkeliling
Pasar untuk mendapatkan kebutuhan bayi yang dia inginkan, sehingga dapat di
sejajarkan dengan usaha-usaha lain yg satu jenis produk.
4. Trend Perkembangan Pasar
Para ibu-ibu terutama
yang memiliki anak bayi atau yang berumur 0-10 tahun. Penulis sangat yakin
ketika usaha ini telah berjalan akan menjadi perusahaan yang dapat berkembang
cepat. Hal ini dapat dilihat dari kondisi perekonomian Indonesia yang cukup
baik dan selera masyarakat wanita muslimah untuk mencoba suatu produk yang unik
dan modis.
Dari analisis
perkembangan pasar yang penulis lakukan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan
tingkat suku bunga mempengaruhi dari trend perkembangan pasar ini. Dari segi
pertumbuhan ekonomi dapat dilihat bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi di
Indonesia sedang membaik dan ini sangat mempengaruhi tingkat pendapatan
masyarakat. Hal ini mempengaruhi karena dengan tingkat pendapatan yang baik
maka masyarakat akan tinggi pula untuk mengkonsumsi suatu produk. Keinginan
masyarakat untuk mengkonsumsi suatu produk maka akan tinggi pula hasrat
masyarakat untuk mengkonsumsi produk dari usaha penulis.
Dari segi inflasi,
faktor ini mempengaruhi dalam perkembangan usaha penulis. Dikarenakan ketika
inflasi tinggi maka akan berimbas pada bahan baku penolong usaha ini. Dengan
tingginya inflasi maka tinggi pula harga bahan baku penolong yang akan berimbas
pada harga produk usaha penulis. Namun, ketika inflasi turun maka bahan baku
penolong juga akan turun sehingga berimbas pula pada harga produk usaha
penulis.
Dari segi tingkat suku
bunga, faktor ini juga mempengaruhi akan perkembangan usaha ini. Namun, dapat
dilihat bahwa tingkat bunga mempengaruhi ketika usaha yang dijalankan mendapat
pinjaman dari pihak ketiga yakni bank. Dalam usaha ini, modal untuk pendirian
usaha ini merupakan usaha dari modal sendiri dan usaha ini tidak akan
terpengaruh akan naik atau turunnya tingkat suku bunga. Dengan modal sendiri
ini kami sangat yakin akan dapat mengembangkan usaha ini menjadi perusahaan
frienchise yang besar.
5.
Analisis STP (Segmenting, Targeting, Positioning)
a.
Segmenting
produk keperluan perlengkapan bayi atau anak-anak
umur 0-10 tahun ini ditawarkan oleh Bela Baby Shop menyasar pada wanita yang
memiliki anak umur 0-10 tahun di seluruh Indonesia khusus yang masyarakat
Tulang Bawang Barat, lampung.
b.
Targeting
menargetkan pelanggan yang tergolong:
·
Atas, menengah, bawah
·
Usia 20-38 tahun
·
Memiliki anak usia 0-10 tahun
·
Memiliki jiwa sosial yang tinggi
·
Tinggal di Indonesia khususnya daerah
Lampung
d. Positioning
Bela baby shop merupakan bisnis yang akan menjual
kebutuhan yang diperlukan anak usia 0-10 tahun mulai dari pakaian, makanan,
mainan anak, dan assesoris untuk anak, produk yang kami tawrkan merupakan produk
yang berkualitas dengan harga yang terjangkau serta merupakan bisnis pertama
yang menawarkan kepada konsumen kebutuhan bayi yang terlengkap dengan kualitas
yang baik. Bela baby shop memposisikan usahanya dengan menargetkan penjualannya
terhadap market kelas atas, menengah, bawah.
6.
analisis SWOT
v Strength adalah daya
kekuatan dan kemampuan perusahaan yang tidak dimiliki pesaing, strength bisnis
ini antara lain:
1. Baby
shop terbesar dan terlengkap di Lampung
2. pelayanan
yang baik, ramah
3. menjual
kebutuhan bayi terlengkap dari umur 0-10 tahun
4. produk
yang ditawarkan berkualitas dengan harga yang terjangkau
5. menggunakan
media online dan internet dalam operasional pemasaran produknya sehingga dapat
menjangkau seluruh Indonesia
v Weakness adalah
suatu hal yang menjadi kelemahan dan kekurangan, weakness binis ini adalah
1. Karena
bisnis ini baru akan beroperasi, sehingga belum memiliki testimonial yyang
dapat mendukung kepercayaan konsumen dalam bertransaksi jual beli baik secara
laangsung maupun online.
v Opportunities
adalah faktor eksternal dimana kondisi-kondisi tersebut membuka kesempatan baru
yang dapat menciptakan keuntungan bagi bisnis ini, oppurtunities bisnis ini
antara lain:
1. Adanya
peningkatan angka kelahiran bayi di Indonesia, sehingga permintaan atas
kebutuhan bayi atau anak umur 0-10 tahun akan selalu ada seiring dengan
banyaknya angka kelahiran
2. Belum
tersedianya usaha di sekitar Mulya Asri yang menyediakan kebutuhan bayi
terlengkap dengan harga yang terjangkau.
3. Psikologis
ibu yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk bayinya
v Threats
adalah
kondisi lingkungan eksternal dimana kondisi tersebut dapat menjadi sesuatu yang
dapat menggangu kesejarateraan bisnis ini, threats bisnis antara lain:
1. Perubahan
pasar yang tidak menentu
2. Banyaknya
pesaing dalam bisnis ini baik usaha kecil yang menjual peralatan bayi juga.
7. Analisis Pesaing
Pesaing merupakan
faktor yang penting dalam menyusun keberhasilan pemasaran. Menurut pakar
manajemen strategi mengidentifikasi 5 ( lima ) kekuatan persaingan yakni
masuknya pendatang baru, ancaman produk pengganti, kekuatan tawar-menawar
pemasok, serta persaingan konvensional di antara para pesaing yang ada. Kelima
kekuatan persaingan tersebut secara bersama-sama menentukan intensitas
persaingan dan kemampuan laba dalam industri, dan kekuatan yang paling besar
akan sangat menentukan serta menjadi sesuatu yang sangat penting dari sudut
pandang perumusan strategi.
Strategi pemasaran
perusahaan dilakukan berdasarkan analisa 7 P yaitu:
a.
Product
Strategi mengenai bagaimana
produk usaha kita dapat menarik hati konsumen untuk membelinya. Produk yang
ditawarkan merupakan produk perlengkapan bayi dari mulai umur 0-10 tahun dari
mulai pakaian anak baik laki-laki maupun perempuan, makanan, permainan, dan
assesoris anak-anak dapat ditemukan di “bela baby shop”. Untuk menjadi produk
yang menarik kami berusaha untuk membedakan produk kami dengan yang ada di
pasaran serta di tempat kami pelanggan atau konsumen dapat menemukan kebutuhan
yang diperlukan bayi atau anak yang berumur 0-10 tahun dalam satu tempat
sehingga konsumen tidak perlu berkeliling pasar untuk memenuhi kebutuhannya
b.
Price
Strategi mengenai
bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan
pesaing. Umumnya konsumen lebih tertarik kepada produk dengan harga yang lebih
murah. Pricing menurut Raymond Corey adalah ekspresi nilai yang
menyangkut kegunaan dan kualitas produk, citra yang terbentuk melalui iklan dan
promosi, ketersediaan produk melalui jaringan distribusi, dan layanan yang menyertainya.
Dalam menentukan harga peralatan dan perlengkapan bayi berupa pakaian, makanan,
mainan dan assesoris anak dari umur 0-10 tahun, Harga yang tepat akan memiliki
ikatan yang erat antara pembeli dan produsen. Harga produk pastinya lebih murah
dari produk pesaing.
c.
Promotion
Strategi mengenai
bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui cara Personal Selling
yaitu promosi melalui penjualan langsung ke tempat konsumen berada dengan
menawarkan dan mencoba produk langsung. Untuk mengatasi adanya persaingan antar
sesama produk maupun produk yang berbeda tetapi masih dalam satu jenis, peralatan
dan perlengkapan anak dari umur 0-10 tahun melakukan kegiatan promosi. Dalam
melakukan promosi agar dapat efektif perlu adanya pembaruan promosi, yaitu
kombinasi yang optimal bagi berbagai jenis kegiatan atau pemilihan jenis
kegiatan promosi yang paling efektif dalam meningkat penjualan. Ada enam jenis
kegiatan promosi yang dilakukan dalam memperkenal produk ini antara lain :
1) Periklanan
(Advertising), yaitu solusi bentuk promosi non personal dengan
menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
2)
Penjualan
Tatap Muka (Personal Selling), yaitu solusi bentuk promosi secara
personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli
yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
3) Publisitas
(Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan
atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya
(pada umumnya bersifat ilmiah).
4) Promosi
Penjualan (Sales Promotion), yaitu suatu solusi bentuk promosi diluar
ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian.
5) Pemasaran
Langsung (Direct Marketing), yaitu suatu solusi bentuk penjualan
perorangan secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi pembelian konsumen.
6) Pemasaran
melalui media online, yaitu menawarkan barang dagangan melalui media online
berupa; Instagram, BBM, aplikasi bela baby shop, facebook, tweeter, dan Blog
serta sarana media online lain yang menunjang pembelian oleh konsumen
d.
Place
Sistem distribusi
yang dilakukan secara langsung ke konsumen serta melalui media internet menjadi
alat pendistribusian perlengkapan bayi kepada konsumen. Dalam hal ini tempat
yang dipilih penulis sangat strategis berada di bagian depan Pasar Mulya Asri
sehingga dapat ditemukan konsumen dengan cepat dan mudah
e.
People
Merupakan kriteria
sumber daya manusia secara umum yang dapat meningkatkan penjualan produk ke
konsumen secara langsung ataupun tidak langsung. Direncanakan, usaha ini dilaksanakan
oleh pemilik sendiri sebagai pemilik aktif. Maka sedapat mungkin pemilik
mengutamakan pelayanan dengan sikap yang ramah, sopan dan bersahabat.
f.
Process
Proses yang ditampilkan
kepada konsumen agar konsumen tertarik untuk membeli. Proses yang dapat
ditampilkan seperti ataupun proses pelayanan terhadap konsumen. Disini
operasional usaha dituntut untuk menjaga kualitas produksi seperti mengutamakan
kebersihan, langkah kerja yang efektif dan tangkas menanggapi permintaan.
g.
Physical Evidence
Penampilan
fisik dari fasilitas pendukung atau sarana dalam menjual produk yang dapat
dilihat langsung oleh konsumen. Konsumen bisa langsung memilih dan mencoba
produk terlebih dahulu sebelum membelinya.
III. Aspek Produksi
1.
Peralatan yang
Dibutuhkan
Baik untuk
pembelian ataupun sewa, daftar assesoris dan peralatan juga harus dirinci
sedetail mungkin proyeksinya. Perencanaan ini tetap selalu berkaitan dengan
kapasitas dan kompetensi teknis wirausahawan.
No
|
Nama peralatan
|
Jumlah
|
Nilai
|
1
|
Rak- rak
|
30 buah
|
Rp.900.000,-
|
2
|
Keranjang kecil
|
10 buah
|
Rp.37.000,-
|
3
|
Plastic pembungkus
|
¼ kg
|
Rp.10.000,-
|
4
|
Pita
|
10 meter
|
Rp.10.000,-
|
5
|
Lebel harga
|
5 bungkus
|
Rp. 35.000,-
|
6
|
Gunting
|
3 buah
|
Rp. 6.000,-
|
TOTAL
|
Rp.998.000,-
|
||
2.
Sarana Penunjang
Instalasi sarana
penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk dalam
anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, telepon,
internet, dan lain-lain.
No.
|
JENIS BIAYA
|
JUMLAH BIAYA
|
|
1.
|
Listrik dan telepon
|
Rp. 150.000
|
|
2.
|
internet
|
Rp. 100.000
|
|
Total Biaya Sarana Penunjang :
|
Rp. 200.000
|
||
IV. Rencana Pengembangan Pasar
1. Strategi Produksi
Dalam strategi
produksi, pemilik akan meningkatkan kualitas dan kuantitas dari produk yang
dihasilkan. Namun, akan tetap menstabilkan harga dari produksi tersebut. Hal
ini direncanakan untuk lebih mengembangkan dan mengekspansi usaha ini untuk
lebih berkembang.
Produk yang ditawarkan
perusahaan ini pasti memiliki kendala dalam berubahnya selera pasar. Hal ini
menjadi sorotan penting untuk terus berinovasi agar mempertahankan eksistensi
dari produk yang dihasilkan.
2. Strategi Pemasaran
Marketing juga
mempengaruhi berkembangnya usaha ini. Strategi yang marketing yang akan
dilakukan adalah dengan lebih memasarkan usaha ini dengan membuat brosur,
poster dan flyer yang akan lebih dipasarkan kepada masyarakat umum. Marketing
menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan, mengembangkan dan ekspansi
usaha ini. Dalam memasarkan produk ini dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan
fasilitas internet seperti: instagram, BBM, facebook, twitter, aplikasi bela
baby shop, blog dan sarana internet lainnya yang mendukung pemasaraan ini.
3. Strategi Keuangan
Dalam mengembangkan
usaha, pemilik akan menambah armada untuk mengembangkan usaha dengan modal
sendiri yang telah didapat dari keuntungan yang selama ini didapat. Dengan
pemanfaatan kas secara baik, akan meningkatkan perkembangan dan berekspansi
dalam bidang usaha dalam yang berbentuk usaha dagang ini
.
V. Pemanfaatan Ilmu Teknologi
Dalam persaingan bisnis
yang semakin keras dan ketat saat ini, IT memegang peranan penting dalam
pengembangan bisnis. Yang menjadi titik point adalah bagaimana teknologi dapat
digunakan dan apa yang perlu diketahui bisnis mengenai teknologi sehingga
memberi dampak terhadap stategi bisnis dan selalu terlibat dalam berbagai
perencanaan serta pengkajian strategi bisnis. Dalam pemanfaatan IT, assesoris
wanita muslimah menggunakan jaringan internet untuk
terimakasih informasinya
BalasHapus